Jumat, 20 Maret 2020

Mengukur Dampak Corona, Menakar Peran Pemerintah dan Perguruan Tinggi


Ilustrasi Corona (sumber: Int)

Oleh : Alja Yusnadi

Penyebaran Virus Corona belum bisa dibendung. Obatnya belum ditemukan. Hampir tidak ada negara yang terbebas dari penyebaran Viruc Covid-19 ini, tidak terkecuali Indonesia. Sampai saat ini, Jumat (20/3/2020) pendemi Corona sudah menyebar hingga ke 178 negara di dunia. 

Rabu, 18 Maret 2020

Serigala Politik atau Politik Serigala?

Oleh : Alja Yusnadi*
Perdebatan antara Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh kian meruncing, kedua lembaga tersebut saling berbalas pantun politik dimedia massa. Perdebatan pelaksanaan pemilukada di Aceh menyisakan KIP dan DPR Aceh sebagai penjaga gawang kedua kesebelasan. 

Apam dan Sosial Orang Aceh



Oleh: Alja Yusnadi, S.TP.,M.Si

Apa yang pertama sekali terbayang ketika mendengar kata Apam?. Pasti sesuatu yang berhubungan dengan makanan, mirip serabi. Apam dibuat dari tepung beras, pakai santan. Bukan sekedar makanan, di Aceh juga dikenal dengan buleun kanuri apam.

BUMDesa, Jalan alternative mengurangi kemiskinan



Oleh: Alja Yusnadi, S.TP.,M.Si

 

Beberapa waktu terakhir, diskursus tentang kemiskinan makin menyeruak kepermukaan. Terakhir, spanduk dipasang dibeberapa titik dikawasan Banda Aceh dan Aceh Besar, isinya nada sarkas terhadap pemerintah terhadap kemiskinan Aceh.

Corona dan Dampak Sosial



Oleh : Alja Yusnadi, S.TP.,M.Si



Menurut catatan sejarah, hampir setiap 100 tahun sekali berbagai wabah, endemic, bahkan pendemi melanda dunia. Setidaknya, bisa kita urut mulai tahun 1720, terjadi wabah Marseille. Sesuai dengan namanya, wabah ini terjadi di Marseille, Perancis. Menewaskan sedikitnya 200,000 orang. 

Senin, 16 Maret 2020

Pancasila, Merajut Nusantara!


Oleh: Alja Yusnadi, S.TP.,M.Si



Jika kita berjalan dari barat hingga ke timur Indonesia, maka akan menemukan banyak sekali Suku, Bahasa, adat-istiadat, tradisi, kebudayaan. Kesemuanya itu hidup-subur secara terus-menerus dari generasi ke generasi. “Kekayaan” tersebut dapat menjadi aset berharga, namun jika diekploitasi bisa saja menjadi jurang pemisah yang menganga pula. Apa yang terjadi dalam satu dekade terakhir, akibat keterbukaan arus informasi-teknologi, siapa saja bisa menggunakan sosial-media tanpa saringan. Akibatnya gesekan-gesekan kecil mudah terjadi, saling hujat, sebar berita hoax, seolah-olah semua menyentuh esensi, padahal tidak samasekali.

Membubarkan Nasionalisme?

 
Oleh : Alja Yusnadi, S. TP.,M.Si



Akhir-akhir ini, nasionalisme kembali diperbincangkan dengan hangat. Dari elit pusat, elit daerah hingga yang awam. Nasionalisme dipakai sesuai selera. Baik kelompok yang mengatakan diri nasionalis maupun kelompok yang mengatakan diri agamais. Keduanya menerjemahkan nasionalisme sekenanya, seenaknya saja.