Oleh: Alja Yusnadi, S.TP.,M.Si
Jika kita berjalan dari barat
hingga ke timur Indonesia, maka akan menemukan banyak sekali Suku, Bahasa,
adat-istiadat, tradisi, kebudayaan. Kesemuanya itu hidup-subur secara
terus-menerus dari generasi ke generasi. “Kekayaan” tersebut dapat menjadi aset
berharga, namun jika diekploitasi bisa saja menjadi jurang pemisah yang
menganga pula. Apa yang terjadi dalam satu dekade terakhir, akibat keterbukaan
arus informasi-teknologi, siapa saja bisa menggunakan sosial-media tanpa saringan.
Akibatnya gesekan-gesekan kecil mudah terjadi, saling hujat, sebar berita hoax,
seolah-olah semua menyentuh esensi, padahal tidak samasekali.